Kamis, 23 Februari 2012

 CAKRAWALA



Setelah mempelajari peta dan pemetaan pada bab 1, kita mengetahui pada materi peta bahwa informasi diperoleh melalui pencatan langsung ke lapangan. Sehingga data-data yang didapatkan dari lapangan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat ditampilkan dengan peta. Sedangkan pada materi berikut ini kita dapat memperoleh informasi atau fenomena-fenomena objek yang ada di permukaan bumi tanpa harus kontak langsung dengan objek. Untuk memperoleh informasi tersebut dengan cara melakukan interpretasi pada unsur-unsur yang terekam pada citra. Cara melakukan analisa objek yang ada di muka bumi tanpa kontak langsung tersebut akan dipelajari pada  berikut ini dengan materi penginderaan jauh atau inderaja.
Pendalaman Materi
A.    Pengertian Penginderaan Jauh
1.    Pengertian
Di Indonesia, penginderaan jauh sering diistilahkan dengan inderaja.  Sedangkan istilah di negara lain sebagai berikut:
•    Teledetection (Perancis)
•    Fernerkundung (Jerman)
•    Sensoriamento Remota (Portugis)
•    Distantsionaya (Rusia)
•    Perception Remota (Spanyol)
•    Remote Sensing (Inggris)
Berikut adalah pengertian penginderaan jauh dari beberapa ahli.
•    Lillesand & Keifer (1994) : Ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek atau gejala atau daerah yang dikaji.
•    Everett Dan Simonett (1976) : Penginderaan jauh merupakan suatu ilmu, karena terdapat suatu sistimatika tertentu untuk dapat menganalisis informasi dari permukaan bumi, ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan dan lain sebagainya.
•    Campbell : Ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi, seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh. Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu objek.
•    Colwell : Suatu pengukuran pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera. Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh.
•    Curran : penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
•    Lindgren : berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi.
•    Wilson dan Bufon : suatu ilmu , seni, dan teknik untuk memperoleh informasi mengenai objek, area, dan gejala dengan menggunakan alat informasi tersebut tanpa kontak langsung dengan objek, area, dan gejala tersebut.    
2.    Alat yang digunakan dalam penginderaan jauh adalah sensor, yang dibedakan menjadi dua yaitu :
•    Sensor pasif yaitu sensor yang dilengkapi dengan alat penerima pantulan gelombang elektromagnetik.
•    Sensor aktif yaitu sensor penginderaan jauh yang dilengkapi dengan alat pemancar dan alat penerima gelombang elektromagnetik.
3.    Macam-macam Penginderaan jauh
Berdasarkan wahana atau tempat yang digunakan untuk melakukan penginderaan jauh, dibedakan menurut ketinggian peredaran wahana, tempat pemantauan atau pemotretan dari angkasa ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu:
•    Pesawat terbang rendah sampai medium (Low to medium altitude aircraft), dengan ketinggian antara 1000 meter sampai 9000 meter dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan adalah citra foto (foto udara).
•    Pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft) dengan ketinggian sekitar
18.000 meter dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan ialah foto udara
dan Multispectral Scanner Data.
•    Satelit, dengan ketinggian antara 400 km sampai 900 km dari permukaan
      bumi. Citra yang dihasilkan adalah citra satelit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar